Operator Judi Online Tidak Takut, Sudah Ditangkap 2 Kali Masih Tetap Beroperasi

Operator judi online di sebuah tempat di Taman Kota Jaya, di sini seolah-olah tidak pandang hukum di dalam mata ketika masih beroperasi meskipun dua kali diserbu.

Kepala Polisi Daerah Kota Tinggi Supt Rahmat Othman mengatakan serangan atas tempat yang sama menemukan ada 14 laptop sedang menampilkan permainan berunsur perjudian online.

”Setelah itu, polisi telah menahan dua pria penjaga premis, berusia 20 dan 49 tahun serta menyita beberapa peralatan terkait,” kata dia kepada wartawan di sini Sabtu.

Antara barang yang disita adalah satu set komputer utama, 14 set laptop merk ASUS dan uang tunai berbagai denominasi sebesar RM 1.095, katanya.

Rahmat mengatakan, kedua pria itu telah ditahan untuk membantu penyelidikan dan dibebaskan dengan ikatan jamin pada esoknya.

Kasus itu diselidiki di bawah Bagian 4B (a) Akta Rumah Judi Terbuka 1953, jika terbukti bersalah bisa dikenakan denda antara RM10,000 hingga RM100,000 bagi setiap mesin judi dan hukuman penjara maksimal lima tahun.

Menurut Rahmat, premis berkenaan sekali lagi diserbu dan menemukan mereka masih menjalankan perjudian online.

Kali ini, polisi menahan tujuh pria berusia antara 20 dan 49 tahun termasuk 2 penjaga yang sama yang pernah ditahan.

Beberapa barang disita termasuk satu set komputer utama termasuk unit pengolahan utama (CPU), 27 set laptop berbagai merek, satu unit modem wifi, dan uang tunai berbagai denominasi berjumlah RM 3.023.

”Semua pria itu telah ditahan untuk membantu penyelidikan dan dibebaskan dengan jaminan pada esoknya dengan kasus diselidiki di bawah Bagian 4B (a) Akta Rumah Judi Terbuka (ARJT) 1953”, katanya.

Advertisements

Pengelola Aktivitas Judi Online Ditangkap Buat yang Kedua Kali

Sikap tamak dan tidak serik operator judi online atas melanjutkan operasi di sebuah tempat di lantai atas rumah toko dua lantai Pusat Bisnis Serom 3, dekat sini terbongkar lagi.

Polisi sebelumnya pernah melakukan penggerebekan di tempat yang sama.

Ketua Polis Daerah Ledang, Supt Mohamad Salleh Abd Razak mengatakan berdasarkan intip melihat semakin banyak yang mengunjungi tempat tersebut, polisi telah melakukan satu serangan pada Selasa lalu dan menahan sebanyak 6 orang pria berusia antara 16 sampai 22 tahun.

”Hasil penyelidikan awal, polisi menemukan bahwa salah seorang pria berusia 17 tahun yang ditahan pada penggerebekan tersebut merupakan karyawan premis berkenaan sedangkan empat lagi adalah pengunjung,” kata Salleh.

Dia mengatakan melalui ujian saringan air kencing salah seorang pria berusia 20 tahun didapatipositif narkoba jenis methamphetamine dan 5 pria lain negatif narkoba.

Katanya polisi juga menyita 12 laptop; 3 buah monitor; 3 unit pengolahan utama (CPU); 3 keyboard; 3 modem, 12 mouse; 11 set kabel komputer; 3 buku catatan dan uang tunai sebesar RM 4.351 yang diduga sebagai hasil perjudian.

”Kasus ini akan diselidiki berdasarkan Bagian 4B (a) Akta Rumah Judi Terbuka 1953 dan jika terbukti bersalah, pelaku dapat di denda hingga RM 100.000 bagi setiap mesin judi dan penjara maksimum 5 tahun,” katanya.

Dia mengatakan hal tersebut juga dapat diselidiki di bawah Bagian 6 (2) Enactment Hiburan dan Tempat-tempat Hiburan Johor, jika dinyatakan kesalahan dapat didenda RM 10.000 dan penjara 1 tahun atau kedua-duanya.

Mohamad Salleh mengatakan serangan tersebut dilakukan berdasarkan informasi awal dari masyarakat dan beliau berharap kerjasama seperti itu dapat dilanjutkan untuk memerangi kegiatan kriminal dan perjudian.

Judi Bola Online, 7 Orang Terkenal Terlibat

Polisi mengidentifikasi lebih dari 7 orang terkenal dipercayai telah terlibat dengan sindikat taruhan judi bola online yang terpercaya telah melarikan diri ke luar negeri.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Bukit Aman Datuk Seri Mohd Bakri Mohd Zinin mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk melacak mereka yang terlibat dengan kerjasama Interpol.

”Kita masih melakukan penyelidikan dan intelijen dengan pihak Interpol untuk melacak mereka yang terlibat dengan sindikat perjudian ini di luar negeri,” katanya pada konferensi pers.

Dia mengatakan sejak dua minggu Ops Soga dilakukan dari 11 Juni sampai kemarin, sebanyak 169 serangan dilakukan di seluruh negara dengan 136 orang ditahan melibatkan nilai taruhan sebesar RM 320.7 juta.

Katanya, dari jumlah itu, Bukit Aman sendiri melalui operasi yang dilakukan oleh Bagian Maksiat, Perjudian dan Kongsi Gelap (D7) telah menahan 47 orang melibatkan nilai taruhan sebesar RM 407 juta.

”Sebanyak 106 pria, 27 wanita dan 10 warga asing yang berusia antara 15 dan 69 tahun ditahan dalam operasi yang dilakukan oleh kontingen seperti Johor, Melaka , Penang, Bukit Aman dan Selangor,” kata Mohd Bakri.

Dia mengatakan ada di antara mereka yang ditahan adalah mahasiswa, namun ia menolak berkomentar lebih jumlah mereka yang ditahan itu.

Katanya, selain itu ada tiga sindikat perjudian di negara ini yang melakukan kegiatan tersebut di luar negeri setelah kegiatan mereka di sini dilacak polisi.

”Kita juga ada bukti bahwa sindikat rentenir turut terlibat dalam sindikat taruhan judi sepak bola ini dalam memberikan pinjaman kepada orang yang ingin berjudi.

”Nilai taruhan bagi setiap individu berkisaran antara RM 50 dan RM 2,000 bagi setiap pertandingan,” katanya.

Mohd Bakri mengatakan nilai taruhan per satu sindikat bisa mencapai RM 20.000 hingga RM 60,000 bagi satu pertandingan dan bisa mencapai hingga RM 120.000 bagi 3 pertandingan sehari.

 

Kartu Prabayar Dijadikan Objek Pendukung Judi Online

Operasi demi operasi yang diluncurkan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk membersihkan kegiatan judi illegal di Malaysia ternyata tidak mematahkan semangat pengusaha judi ketika mereka terdeteksi semakin kreatif dalam merancang taktik untuk menarik perhatian publik.

Antara taktik terbaru pengusaha judi adalah membuat satu kartu khusus yang mirip kartu ulang prabayar telepon untuk memungkinkan pelanggan setia mereka berjudi tanpa diganggu pemerintah.

Difahamkan, kartu itu dibuat memiliki nilai uang yang sama seperti kartu prabayar isi ulang telepon dan dijual dengan harga RM10 hingga RM100.

Sumber mengatakan, pada kartu itu akan tertera kode tertentu seperti kata sandi yang akan memungkinkan penjudi mengakses situs-situs judi tertentu yang dikendalikan pengusaha judi.

Menurutnya, ketika membeli kartu itu, mereka bisa berjudi di mana saja termasuk di rumah hanya dengan menggunakan gadget berinternet seperti ponsel.

Apabila nilai kredit pada kartu itu telah habis, hanya dengan satu panggilan saja, kartu itu akan diisi ulang.

Ditanya tentang keseriusan kegiatan itu, sumber mengatakan, penggunaan kartu tersebut telah terdeteksi di beberapa buah negeri namun masih belum mendapat sambutan hangat.

”Kartu ini hanya dijual kepada pelanggan tetap dan mereka yang dapat dipercaya saja dan sebab itulah banyak tahi-tahi judi lainnya masih belum tahu keberadaan kartu ini.

”Bahkan, biaya untuk membuat kartu ini juga dipercaya mahal dan menyebabkan penggunaannya masih belum meluas lagi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam satu operasi polisi di Melaka malam tadi, taktik serupa telah terdeteksi di dua toko telekomunikasi di Plaza Sungai Udang dan Taman Desa Duyong.

Bagian Perjudian, Maksiat dan Kongsi Gelap (D7) Mabes Polri Kontinjen (IPK) Melaka, mendeteksi penjualan kartu prabayar itu dilakukan di dua toko telekomunikasi ketika pihaknya menyita sebanyak 349 lembar kartu terbabit.

Pegawai Staf D7 Melaka, Asisten Superintenden Azahar Abdul Rahim mengatakan, anggotanya telah melakukan intelijen dan menemukan tempat dicurigai menjadi pusat kegiatan judi online atas berdasarkan informasi masyarakat.

”Kita menduga toko ini menjadi pusat aktivitas perjudian atas online karena mereka juga menawarkan layanan tutorial kepada siapapun yang baru berjinak-jinak dengan judi ini,” katanya ketika ditemui di Plaza Sungai Udang hari ini.

Di tempat pertama, pihaknya menyita 301 lembar kartu prabayar, yang berharga RM10 hingga RM50 sedangkan sebanyak 184 lembar kartu prabayar berharga RM20 hingga RM100 disita di tempat kedua.

Kata Azahar, pihaknya menahan lima orang berusia 23 sampai 62 tahun termasuk 4 wanita dalam serangan itu dan semua mereka ditahan berdasarkan Bagian 4B (a) Akta Rumah Judi Terbuka 1953.

Pengusaha Kegiatan Perjudian Illegal Malaysia Mengubah Cara Operasi dengan Menyelenggarakan Aktivitas Judi Online

Setelah serangan besar-besaran dilakukan polisi ke atas tempat mesin judi di seluruh negara, pengusaha kegiatan illegal itu ditemukan mulai mengubah modus operandi mereka dengan menyelenggarakan aktivitas judi online via tablet dan smartphone.

Taktik baru tersebut terdeteksi dalam dua serangan OP Dadu di Seri Kembangan, dekat sini Selasa lalu, ketika polisi menahan 9 warga Myanmar terdiri dari 5 pria dan 4 wanita yang merupakan penjaga tempat berkenaan.

Polisi juga menyita delapan unit tablet yang diduga digunakan untuk kegiatan judi ilegal dalam penggerebekan itu.

Penjabat Wakil Kepala Polisi, Datuk Seri Mohamad Fuzi Harun mengatakan, modus operandi tersebut hanya membutuhkan seseorang mendapatkan password dari anggota sindikat judi untuk memungkinkan mereka mengakses situs judi terbabit.

”Setelah mendapatkan kata sandi tersebut, mereka bisa berjudi di mana saja asalkan memiliki akses internet melalui tablet atau ponsel.

”Segala pembayaran uang jika menang dalam taruhan itu akan terus dimasukkan ke rekening bank,” katanya pada konferensi pers di Markas Polisi Bukit Aman di sini hari ini.

Menurut Mohamad Fuzi, taktik itu akan mempersulit lagi operasi polisi karena kegiatan illegal ini dapat dilakukan di mana-mana tanpa memerlukan tempat khusus.

Sementara itu, ia mengatakan, berdasarkan analisis, penggerebekan yang dilakukan sejak 26 Oktober lalu itu dianggap berhasil dan akan diteruskan sampai ada perintah baru dari Ketua Polis Negara, Tan Sri Khalid Abu Bakar.

”Apabila Kepala Polisi pulang dari Monaco nanti, kita akan lakukan evaluasi tentang sejauh mana keberhasilan atau melihat kendala yang harus kita atasi agar operasi memerangi judi di seluruh negara berhasil dilakukan,” ujar Bakar.

Mohamad Fuzi turut memberitahu, sampai kemarin, polisi telah melakukan sebanyak 14.703 serbuan terhadap tempat judi di seluruh negara dengan sebanyak 656 jumlah tangkapan.

”Kita sedang menyiapkan kertas investigasi dan akan tuduh tersangka sekira ada bukti yang kokoh berdasarkan Pasal 4 UU Rumah Judi Terbuka 1953,” ujar Fuzi.

Menteri Besar Malaysia Memberikan Arahan untuk Mencabut Lisensi Cafe yang Diduga Sebagai Premis Judi Online

Kerajaan negeri memberikan arahan kepada Pihak Berkuasa Tempatan (PBT) bertindak tegas dengan menutup setiap kafe yang ditemukan melakukan kegiatan judi online.

Menteri Besar, Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan, PBT harus lebih peka dengan taktik sindikat judi tersebut yang tidak lagi beroperasi secara terbuka menggunakan nama pusat hiburan keluarga seperti sebelumnya.

”Mereka kini berpura-pura menjalankan business cafe, tetapi sebenarnya menyediakan kegiatan judi online di premis terbabit.

”Saya sudah arahkan PBT agar lebih tegas lagi. Jika ada pemilik yang diberi lisensi bisnis kafe dicurigai melakukan kegiatan judi online, tutup tempat dan tarik lisensi tanpa perlu memberikan alasan apapun, ”kata Hasab dalam acara berbuka puasa bersama warga Polisi Diraja Malaysia di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Seremban.

Yang turut hadir Kepala Polisi negeri, Datuk Jaafar Mohd. Yusof, wakilnya, Senior Asisten Komisioner T. Narenasagaran dan Kepala Polisi Daerah, Asisten Komisioner Muhamad Zaki Harun.

Mohamad mengatakan, pemerintah negara telah mendirikan Komite Khusus untuk memerangi kegiatan judi online.

Dalam pada itu, Mohamad mengatakan, ia puas dengan kinerja ditunjukkan polisi Negeri Sembilan dalam memerangi dan menyelesaikan kasus kejahatan di negeri ini.

”Harga solusi kasus untuk enam bulan pertama tahun ini melebihi 50 persen yaitu meningkat dibandingkan 48 persen pada periode sama tahun lalu,” kata Mohd Hasan.

Aktivitas Judi Online dengan Menggunakan Tablet di Ringkus

Penggunaan tablet untuk kegiatan aktivitas judi online secara illegal di sekitar daerah ini mulai terdeteksi digunakan untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Ketua Polis Daerah, Superintendent Zakaria Abdul Rahman mengatakan, sindikat perjudian ilegal mengubah modus operandi mereka mereka dengan menjadikan tablet sebagai alat untuk berjudi.

Menurut dia, sebanyak sembilan buah tempat yang diduga menjalankan bisnis judi online atas telah diserbu anggota Departemen Investigasi Kriminal Markas Polisi Daerah Pontian.

Penyelidikan awal menemukan, pelanggan akan diberikan kata sandi sebelum dapat mengakses judi dalam situs web.

”Uang taruhan dan hasil kemenangan judi dapat diperoleh melalui transaksi deklarasi dan pelanggan dapat menggunakan kartu kredit,” kata Zakaria.

Kata Zakaria Abdul Rahman, dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menyita 25 buah tablet, empat ponsel, 14 buah laptop, dua set komputer desktop, 12 buah modem dan uang tunai RM 3.825.

”Polisi juga menahan 35 orang yang berada di tempat ketika serbuan dilakukan. 11 dari mereka telah dituduh di pengadilan dan mengaku bersalah,” kata Zakaria.

Tegasnya, operasi berkelanjutan akan dilakukan untuk memerangi kegiatan judi illegal yang sulit terdeteksi memandang modus operandi sindikat judi selalu berubah-ubah dari segi lokasi dan taktik digunakan.

”Saya ingatkan orang tua agar memantau anak mereka agar tidak terlibat dengan judi ‘online’ haram. Pantau pergerakan anak ketika liburan sekolah ini, ”kata Zakaria.

Sementara itu, Zakaria mengatakan, polisi berhasil menahan seorang tersangka curi kendaraan berusia sekitar 30 tahun pada tanggal 16 November lalu.

”Tersangka yang memiliki 69 catatan kriminal lampau ditahan bersama seorang lagi rekannya setelah Toyota Camry yang dicuri mereka terdeteksi polisi melalui alat navigasi GPS yang terpasang pada kendaraan itu.

”Hasil pemeriksaan air kencing mendapati kedua positif narkoba,” kata Zakaria.