Kartu Prabayar Dijadikan Objek Pendukung Judi Online

Operasi demi operasi yang diluncurkan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk membersihkan kegiatan judi illegal di Malaysia ternyata tidak mematahkan semangat pengusaha judi ketika mereka terdeteksi semakin kreatif dalam merancang taktik untuk menarik perhatian publik.

Antara taktik terbaru pengusaha judi adalah membuat satu kartu khusus yang mirip kartu ulang prabayar telepon untuk memungkinkan pelanggan setia mereka berjudi tanpa diganggu pemerintah.

Difahamkan, kartu itu dibuat memiliki nilai uang yang sama seperti kartu prabayar isi ulang telepon dan dijual dengan harga RM10 hingga RM100.

Sumber mengatakan, pada kartu itu akan tertera kode tertentu seperti kata sandi yang akan memungkinkan penjudi mengakses situs-situs judi tertentu yang dikendalikan pengusaha judi.

Menurutnya, ketika membeli kartu itu, mereka bisa berjudi di mana saja termasuk di rumah hanya dengan menggunakan gadget berinternet seperti ponsel.

Apabila nilai kredit pada kartu itu telah habis, hanya dengan satu panggilan saja, kartu itu akan diisi ulang.

Ditanya tentang keseriusan kegiatan itu, sumber mengatakan, penggunaan kartu tersebut telah terdeteksi di beberapa buah negeri namun masih belum mendapat sambutan hangat.

”Kartu ini hanya dijual kepada pelanggan tetap dan mereka yang dapat dipercaya saja dan sebab itulah banyak tahi-tahi judi lainnya masih belum tahu keberadaan kartu ini.

”Bahkan, biaya untuk membuat kartu ini juga dipercaya mahal dan menyebabkan penggunaannya masih belum meluas lagi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam satu operasi polisi di Melaka malam tadi, taktik serupa telah terdeteksi di dua toko telekomunikasi di Plaza Sungai Udang dan Taman Desa Duyong.

Bagian Perjudian, Maksiat dan Kongsi Gelap (D7) Mabes Polri Kontinjen (IPK) Melaka, mendeteksi penjualan kartu prabayar itu dilakukan di dua toko telekomunikasi ketika pihaknya menyita sebanyak 349 lembar kartu terbabit.

Pegawai Staf D7 Melaka, Asisten Superintenden Azahar Abdul Rahim mengatakan, anggotanya telah melakukan intelijen dan menemukan tempat dicurigai menjadi pusat kegiatan judi online atas berdasarkan informasi masyarakat.

”Kita menduga toko ini menjadi pusat aktivitas perjudian atas online karena mereka juga menawarkan layanan tutorial kepada siapapun yang baru berjinak-jinak dengan judi ini,” katanya ketika ditemui di Plaza Sungai Udang hari ini.

Di tempat pertama, pihaknya menyita 301 lembar kartu prabayar, yang berharga RM10 hingga RM50 sedangkan sebanyak 184 lembar kartu prabayar berharga RM20 hingga RM100 disita di tempat kedua.

Kata Azahar, pihaknya menahan lima orang berusia 23 sampai 62 tahun termasuk 4 wanita dalam serangan itu dan semua mereka ditahan berdasarkan Bagian 4B (a) Akta Rumah Judi Terbuka 1953.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s