Kisah Seorang Mahasiswa Perguruan Tinggi Memiliki Hutang Rp 14 Juta Karena Judi Online

Sebut saja saya Barney. Pada masa ini saya berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di kota Johor. Saya dilahirkan dari keluarga yang berkecukupan sehingga sebagian besar keinginan saya boleh dengan mudah saya peroleh.

Malangnya keadaan keluarga kami mesti berubah 180° ketika perusahaan milik ayah hancur dan rugi. Saya yang mulanya dapat hidup berlebihan sekarang sudah harus irit dan tidak boleh boros.

Sebenarnya saya bukanlah seorang anak yang bodoh, hal itu terbukti waktu SD sampai masuk perguruan tinggi, saya selalu dapat diterima di sekolah dan perguruan tinggi kegemaran tanpa bimbangan orang tua.

Tetapi tidak tau kenapa saya dengan mudahnya terjerumus dan bahkan ketagihan bermain judi . Tepatnya waktu memasuki semester 3, seorang kawan memperkenalkan saya dengan permainan judi online.

Pada mulanya saya bermain biasa saja tanpa memasukkan deposit. Tapi lama kelamaan setelah mahir saya mula bertaruh dengan uang asli. Setiap hari saya terlepas hanya mempelototi komputer dan memasang taruhan.

Kuliah saya hancur, uang SPP tidak bayr. Hidupku jadi tidak terurus. Gara-gara judi online ini saya mempunyai hutang sebanyak Rp 14 juta. Saya bingung harus ambil uang di mana untuk membayar hutang-hutang itu.

Boleh dibayangkan bagaimana seorang mahasiswa yang orang tuanya bankrupt punya hutang sebesar itu. Saya terpaksa menjual motor untuk membayar sebagian dari hutang saya.

Bukan hanya itu, kini saya merasa semua teman dan juga sahabat mulai menjauhi saya. Dalam hati saya merasa tidak punya lagi harga diri. Kadang timbul emosi dan benci pada mereka. Tapi setelah sadar bahwa semuanya itu disebabkan oleh kesalahan saya sendiri, akhirnya saya memilih untuk diam.

Sekarang ini nilai saya hancur semua, nilai IPK yang awalnya 3.4 sekarang berubah menjadi 1.85. Motor sudah tidak punya, apalagi uang jajan. Hutang dan judi online telah menghancurkan segala-galanya, saya sungguh menyesal telah bermain judi online.

Sekarang saya dalam masa cuti kuliah, berharap mencari pekerjaan untuk mendapat uang sendiri. Saya tidak boleh berharap terlalu banyak kepada orang tua. Semoga semester depan saya boleh masuk kuliah lagi dan menjalani hidup yang normal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s