Kisah Nyata Keluarga Kaya Jatuh Miskin Karena Sang Istri Gemar Bermain Judi Online

Judi menjanjikan kekayaan, judi menjanjikan kemenangan itu hanyalah bohong kalaupun kau menang itu hanyalah awal daripada kekalahan. Bohong, kalau pun kau kaya, itu hanya awal dari kemiskinan

Penggalan lagu dari Rhoma Irama di atas ternyata bukan hanya penggalan lirik biasa. Di dunia nyata, lirik itu memang benar adanya. Seperti yang dialami di keluarga di Jakarta yang hancur lebur karena judi. Akibat judi, keluarga tersebut jatuh miskin dan rumah tangga retak. Tidak ada lagi keharmonian akibat sang istri yang doyan bermain judi.

Kasusnya bermula saat Joko (56-bukan nama sebenarnya) menikahi Mawar (38-bukan nama sebenarnya pada Oktober 1998 di Jakarta. Suami-isteri yang baru berkahwin mereka hidup mewah dengan 3 orang anak.

Mereka juga tergolong keluarga kaya dengan mempunyai 8 bangunan rumah dan juga 1 tanah kosong seluar 2.600 meter persegi. Kehidupan rumah tangga Joko dan Mawar pun berlangsung bahagia.

Namun badai menimpa keluarga tersebut pada February tahun 2011. Selama 13 tahun berkahwin, Joko dan Mawar sering terlibat adu mulut. Akar masalahnya sebab sang isteri gemar bermain judi online. Kekalahan demi kekalahan pun terus dialaminya.

Tidak jarang sang istri menjual asset rumah tangganya demi menutup hutangnya di medan judi. Kehidupan mereka akhirnyapun jatuh miskin. Sampai motor dan laptop milik anaknya pun dijual Mawar demi judi online.

Tidak hanya itu, sang isteri juga mengatasnamakan 8 rumah dan 1 tanah kosong atas nama dirinya. Padahal, sang suami adalah pencari nafkah dan sang isteri hanya dapat menjual asset rumah tangga. Kehidupan rumah tangga mereka seperti dilanda tsunami. Kemuncaknya apabila Mawar harus mendekam di penjara sejak Februari 2012 selama 10 bulan lamanya. Mengapa dipenjara? Tidak lain, tidak bukan karena judi.

Joko Sebagai suami, sudah jauh-jauh hari mengingatkan kepada isteri supaya tidak jatuh ke dalam dunia perjudian. Tetapi omongan itu tidak dilayan pengembaraan Mawar di situs judi online.

Atas apa yang dialaminya. Joko akhirnya mengajukan permohonan cerai ke Pengadilan Agama. Dia meminta agar permohonan cerainya dikabulkan hakim dan meminta agar sebagian rumah dan tanah yang dimilikinya dikembalikan lagi menjadi hak sang suami.

Permohonan cerai tersebut dikabulkan oleh hakim dan sebagian rumah milik sang suami dikembalikan menjadi haknya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s