Tolong Jangan Sampai Aktivitas Judi Online Menjadi Penyakit Menular

Semua pihak terutama orang tua dan pendidik harus memainkan peran untuk memastikan kegiatan judi online di kalangan pelajar tidak menular.

Deputi Menteri Komunikasi dan Multimedia, Datuk Jailani Johari mengatakan, pihaknya memandang serius kegiatan judi online dan pelayanannya juga bekerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk menangani kegiatan itu.

”Isu judi online ini merupakan isu yang serius dan harus ditangani, orang tua dan pendidik juga harus berperan untuk memastikan hal ini tidak terus menular.

”Orang tua harus mengawasi anak dari segi gerak lakunya dan lihat apa yang mereka lakukan di balik pintu yang tertutup bila mereka di rumah.

”Bagi pendidik pula, mereka harus menekankan agar siswa menghindari dari menjelajahi setiap halaman web terkait judi online karena jika ditemukan berlangganan dan menjelajahi judi ini, kami tidak akan ragu mengambil tindakan,” kata Jailani.

Beliau berkata demikian kepada wartawan setelah pembukaan Ekspedisi Pasak Budi 2016 yang melibatkan 47 siswa Sekolah Menengah Kebangsaan Kuala Jenderis di sini hari ini.

Jailani mengatakan siswa dan remaja merupakan golongan yang sering terkena dengan internet dan kebanyakkan mereka menghabiskan waktu lebih enam jam sehari untuk melayarinya.

”Seperti yang saya sering katakan, dari segi harga penggunaan broadband di seluruh negara sekarang ini adalah lebih 74 persen dan ini merupakan satu upaya yang dilakukan pemerintah pusat untuk menjembatani kesenjangan digital antara kota dan luar kota.

”Dari segi penggunaan internet, pelajar atau remaja menghabiskan waktu lebih enam jam sehari untuk menjelajahi internet dan mereka akan rentan dan terpedaya dengan apa saja yang dilihat dalam situs webnya,” kata Jailani.

Jailani mengatakan semua pihak harus menggunakan sebaik mungkin prasarana yang telah disediakan pemerintah yang memang bertujuan memudahkan urusan warga untuk mendapatkan informasi untuk tujuan pembelajaran dan pekerjaan.

”Kementerian bersama PDRM dan lembaga terkait selalu bekerja dan mereka yang terlibat pada kegiatan judi adalah melakukan kesalahan berdasarkan Akta Rumah Judi Terbuka 1953 dan sebagainya karena apa saja kesalahan di alam maya juga adalah kesalahan di alam nyata.

”Kita juga telah memblokir situs web dan mengidentifikasi nomor telepon yang digunakan pihak terkait dalam menarik orang bergabung judi online,” kata Jailani.

Stop Operasi Judi Online!

Polisi memperingatkan keras kepada semua pemilik pusat perjudian online yang masih bergiat aktif di negeri ini supaya menghentikan operasi mereka atau bakal menghadapi tindakan di bawah UU Pencegahan Kejahatan 1959 (POCA).

Ketua Polis Selangor, Datuk Abdul Samah Mat mengatakan pihaknya sangat serius menggempur kegiatan ilegal itu karena ia kini terlihat kembali aktif beroperasi di seluruh negeri tersebut.

Setelah itu, ia mengatakan, sejak Rabu lalu, pihaknya memerintahkan semua kantor polisi di sembilan daerah di Selangor untuk mengintensifkan operasi memerangi perjudian ilegal tersebut.

Katanya hasil intelijen menunjukkan daerah Subang Jaya, Kajang, Petaling Jaya, Serdang, Klang Selatan dan Gombak adalah antara daerah terdeteksi memiliki jumlah tempat perjudian online yang tinggi.

”Dalam waktu hanya 48 jam, sebanyak 244 serangan telah dilakukan dengan 211 tangkapan melibatkan pemilik tempat dan 84 kaki judi.

”Sebanyak 4.190 set komputer, 219 laptop, tujuh mesin simulator judi dan uang tunai sebesar RM 19.155 turut disita dalam operasi tersebut,” kata Samah.

Abdul Samah mengatakan hasil razia itu menunjukkan operasi mengekang proliferasi premis judi online di Selangor sedang dilaksanakan dengan lebih agresif dan akan berlanjut dapat dihentikan sampai ke akar.

Alat-alat Elektronik yang Diduga Sebagai Sarana Pendukung Aktivitas Judi Online Disita

Sebanyak 171 set peralatan komputer diperkirakan bernilai lebih RM 400.000 disita dalam 28 serangan di sebuah tempat yang menjalankan aktivitas judi online di sekitar daerah Melaka Tengah.

Ketua Polisi Daerah Melaka Tengah, Asisten Komisoner Shaikh Abdul Adzis Shaikh Abdullah mengatakan, 21 orang berusia antara 19 dan 30-an yang merupakan penjaga premis berkenaan turut ditahan.

“Dalam periode tersebut, 15 dari 28 serangan yang kita laksanakan untuk memerangi kegiatan judi ilegal atas online ini berhasil menahan individu yang terlibat sisanya premis berkenaan ditutup atau tidak beroperasi.

”Semua operasi atau razia untuk memerangi judi ilegal atau atas online ini dilakukan segera sebaik menerima informasi hasil intelijen internal atau informasi publik,” kata Shaikh.

Mengulas lanjut, ia mengatakan 19 dari 28 tempat yang diserbu adalah rumah yang disewa sementara 9 lagi di rumah toko untuk dijadikan pusat menjalankan aktivitas judi online dengan lokasi di sekitar Bachang, Malim, Banda Hilir, dan Semabok.

Katanya, berdasarkan intelijen, kebanyakan tempat yang menjalankan kegiatan judi ilegal tersebut ditemukan melakukan operasi sejak tiga bulan lalu sebelum diserbu.

Shaikh Abdul Adzis mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memerangi kagiatan judi ilegal yang kini giat dilakukan langsung secara online dan di tempat rumah tinggal sesuai UU Pencegahan Kejahatan 1954 (Poca) perubahan 2015.

”Operasi dilakukan berkelanjutan namun pengusaha bisnis judi ilegal ini licik dan cepat beroperasi kembali meskipun polisi berhasil menyita peralatan komputer yang digunakan,” kata Shaikh.

Dia mengatakan, selain operasi atau razia di tempat yang terlibat, pihaknya juga bekerjasama dengan Tenaga Nasional Berhad (TNB) dan Majlis Bandaraya Melaka Bersejarah (MBMB) untuk memutuskan listrik dan menyita bangunan yang terdeteksi masih beroperasi.

7 Warga Ditangkap Polisi Malaysia Karena Terlibat Aktivitas Casino Online

Sebanyak 27 individu terpercaya terlibat dengan aktivitas casino online ilegal, ditahan dalam delapan serangan terpisah di sekitar Negeri Sembilan dan Selangor.

Serbuan serentak oleh Tim Aksi Khusus Anti Maksiat, Judi dan Gangsterisme (STAGG) Bukit Aman juga menyita 134 komputer, dokumen, peralatan internet, amplop, 4 dadu, mangkok, piring, meja, kursi, 47 kartu, 2.689 chip dan uang tunai sebesar RM 17.442.

Kepala Asisten Direktur STAGG, Senior Asisten Komisioner Khairi Ahrasa, mengatakan semua yang ditahan hasil informasi publik dan intelijen itu berusia antara 19 sampai 49 tahun. 7 diantaranya merupakan warga Indonesia, 4 pria dan 3 wanita.

”Penyelidikan awal menemukan tempat yang menyelenggarakan kegiatan judi itu beroperasi sejak sebulan lalu.

”Kebanyakan tempat dipasang camera circuit tertutup (CCTV) untuk memantau kehadiran otoritas.

”Selain judi secara online, STAGG turut menyerbu sebuah mini kasino di Port Dickson dan menemukan penyelenggara pusat judi ini membuka restorannya sebagai alternatif untuk penjudi melepaskan kecanduan berjudi setelah polisi sering membuat serbuan ke atas premis judi secara online,” kata Khairi.

Pemerintah Akan Memasuki Premis yang Aktif Dalam Kegiatan Judi Online ke Dalam Daftar Balcklist

Pemerintah Johor akan memasuki pemilik hunian dan komersial ke dalam daftar blacklist jika premis berkenaan dijadikan pusat perjudian ilegal contohnya digunakan untuk operasi judi online.

Ketua Komite Perumahan dan Pemerintah Lokal negeri, Datuk Abd Latif Bandi, mengatakan sebelumnya pemerintah negeri hanya mengambil tindakan terhadap bangunan, gedung atau penyewa, tetapi sekarang pemilik juga akan dikenakan tindakan hukum.

Kata Latif, hal itu diputuskan dalam Majelis Negara (MMK) kemarin.

”Sikap pemilik perumahan atau tempat usaha yang tidak mengambil tahu kegiatan atau aktivitas penyewa menyebabkan perjudian illegal semakin merajalela.

”Pemerintah negeri menyarankan pemilik hunian dan komersial untuk memastikan bisnis atau kegiatan yang dilakukan di tempat mereka adalah sah menurut hukum,” katanya pada konferensi pers setelah rapat Dewan Undangan Negeri Johor ke-13.

Abd Latif mengatakan, pemerintah negeri juga melanjutkan operasi terpadu dengan SAJ Holdings Sdn Bhd (SAJ) dan Tenaga Nasional Bhd (TNB) untuk memotong pasokan listrik dan air ke tempat yang digunakan untuk kegiatan tidak bermoral itu.

”Pemerintah negeri turut memutuskan pembentukan Komite Khusus Pusat Judi yang akan diketuai Sekretaris Negara dan pejabat daerah, masing-masing di tingkat negara dan daerah.

”Komite ini turut melibatkan instansi terkait, yaitu polisi, Kantor Daerah, SAJ dan TNB untuk menjalankan operasi terpadu di seluruh Johor. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia turut diminta mencari jalan memerangi aktivitas judi online yang semakin pesat,” kata Latif.

19 Anggota Polisi Terlibat Dalam Kasus Judi Online

Dua pegawai dan 19 anggota polisi dari berbagai unit ditahan dalam dua serangan terpisah pada dua tempat perjudian di Jalan Air Panas.

Dalam penggerebekan itu, semua pejabat dan anggota ilegal ditahan bersama 13 orang sipil yang diduga pelanggan serta 10 penjaga kedua tempat tersebut.

Serbuan oleh Departemen Integritas dan Kepatuhan Standar (JIPS) Bukit Aman dan dibantu oleh Divisi Investigasi Kriminal Maksiat, Judi dan Kongsi Gelap (D7) Polis Kontinjen Kuala Lumpur, turut menyebabkan penyitaan 59 mesin judi online dan 6 simulator berunsurkan perjudian.

Direktur Jabatan Integritas dan Kepatuhan Standar (JIPS) Bukit Aman, Datuk Jalaluddin Abdul Rahman, mengatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan terhadap semua pejabat dan anggota polisi yang ditahan sebelum menindaklanjuti diambil.

”Kita tidak akan berkompromi dengan setiap pihak yang terlibat dalam setiap bentuk pelanggaran seperti ini termasuk melibatkan pejabat dan anggota polisi sendiri.

”Pihak JIPS akan selalu melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap kegiatan kriminal dan masalah sosial yang melibatkan orang kita (polisi) sendiri,” kata Rahman.

Strategy Baru Agen Judi Online Gagal Melawan Polisi

Beroperasi di tempat yang jauh dari kota dan terlihat dari luar seperti bangunan kosong tetapi dalam dimodifikasi seperti mini kasino antara taktik pengusaha judi tanpa lisensi untuk terus beroperasi di negeri ini.

Biarpun polisi giat memerangi aktvitas itu, boss judi tidak serik terus beroperasi dengan melakukan berbagai taktik untuk memastikan bisnis terus berjalan.

Meskipun tanpa promosi, dukungan dan permintaan judi merupakan penyebab bisnis tanpa lisensi itu terus berjalan meskipun dalam skala kecil.

Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Sarawak, Senior Asisten Komisioner, Dev Kumar mengatakan, sebelumnya polisi berhadapan dengan kegiatan perjudian online yang tidak ada habisnya karena ada saja taktik terbaru pengusaha untuk terus beroperasi.

Namun, saat ini perjudian menggunakan mesin slot ancaman terbaru di negeri ini.

”Serbuan dilakukan baru-baru ini seperti di Limbang, Miri, dan Marudi menunjukkan penyitaan mesin slot semakin banyak, sehingga menunjukkan tren terbaru perjudian di negeri ini menggunakan mesin slot.

”Selain perjudian online, mesin slot tidak diperbolehkan di negeri ini. Untuk menghindari kegiatan perjudian mereka terdeteksi, operator memilih untuk menjalakan aktivitas illegal di daerah pedalaman dan jauh dari pemerintah, ”katanya kepada Metro Ahad.

Dev mengatakan, lisensi mesin slot hanya dikeluarkan Departemen Keuangan dan tempat yang memiliki lisensi itu harus mematuhi semua ketentuan dan syarat mengikut Seksyen 27A, Akta Rumah Judi Terbuka 1953.

Namun, katanya, tidak ada lisensi seperti itu dikeluarkan ke tempat atau klub di negeri ini kecuali di pusat hiburan keluarga di supermarket.

”Dalam dua minggu ini sebanyak 71 mesin slot berhasil disita dalam penggerebekan di Limbang dan Marudi,” katanya.

Dev mengatakan, selain mesin slot, permainan judi ikan juga mendapat permintaan tinggi di antara popularitas judi.

Katanya, untuk membingungkan polisi, operator judi memodifikasi mesin permainan ikan ke mesin judi online.

”Mereka menempatkan monitor di atas meja dan prosesor komputer disembunyikan di bawah meja. Bila sekali pandang ia terlihat seperti mesin ikan biasa, ”katanya.

Melihat kepada jumlah penyitaan tablet yaitu sebanyak 42 tablet dalam dua serangan di Marudi baru-baru ini, Dev mengatakan, judi online kini turut berubah sesuai perkembangan teknologi.

Menurutnya, pengusaha judi mendownload aplikasi judi online ke tablet dan memberikannya kepada pelanggan.

”Sepertinya mereka memainkan tablet tapi sebenarnya berjudi. Tablet kini bisa dibeli dengan harga murah menyebabkan mereka tidak berkira, selain mudah disembunyikan, ”katanya.

Katanya, polisi menghadapi tantangan sulit untuk memberantas kegiatan perjudian di negeri ini karena pengusaha judi selalu memiliki metode terbaru untuk terus beroperasi.