Yogyakarta Kekurangan Referee Ber-Lisensi C2-C3

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta punya masalah yang perlu segera diatasi. Yogyakarta sangat kekurangan dengan ketersediaan referee profesional, terutama untuk License C3 tingkat kabupaten atau kota.

Itu diberitahukan oleh Siswanto Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan (Diklat) Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Asprov PSSI DIY). Siswanto sendiri mengaku Yogyakarta sangat memerlukan sumber daya manusia (SDM) referee, khususnya untuk license C3.

Keadaan ini nantinya akan mempengaruhi pertandingan peringkat daerah yang diadakan dalam waktu bersamaan. Siswanto memberi contoh, apabila ada pertandingan peringkat kebangsaan, boleh saja referee daerah dengan license nasional diberi tugas untuk memimpin pertandingan itu.

Begitu pula ketika ada pertandingan peringkat daerah. Hasilnya, jumlah referee di tingkat kabupaten / kota kian berkurang kerana memang referee perlu mengutamakan tugas di peringkat lebih tinggi sesuai lesen yang dimiliki.

”Seperti di pertandingan Banting dan Kulonprogo yang rancak dilaksanakan, di sana kekurangan referee. Untuk Gunungkidul masih cukup, Yogyakarta kecil tapi jarang ada pertandingan, dan justru banyak (SDM referee license) C1, ”ujar Siswanto di pejabat Asprov PSSI DI Yogyakarta.

Siswanto menambah di samping keutamaan tugas, ada faktor lain yang boleh mencetuskan situasi ini. Seperti usia yang sudah tua, atau naik ke level lebih tinggi. Seperti C2 untuk setingkat Asprov PSSI DI Yogyakarta, C1 setingkat nasional, maupun C1 setingkat International FIFA.

Ini cukup ironis mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini dipercayai menjadi pilot project untuk pendidikan dan latihan SDM bola sepak. ”Kalau peminat banyak sebenarnya, ada dari luar DI Yogyakarta. Kami sudah sosialisasikan, dan hantar surat kepada klub. Tapi, bergantung kepada orangnya juga. Kalau memang tidak berminat, mau bagaimana lagi ?, ”tambah Siswanto.

Sosok yang pernah mendapatkan lesen C1 antarabangsa FIFA itu berkata, melalui program Asprov PSSI DIY, 28 Ogos-3 September 2016, pihaknya akan mengadakan judi bola kursus dan latihan untuk referee License C2 dan C3 di Sekolah Sepak Bola (SSB) Sewon Kabupaten Bantul.

Sekitar Rp 1,75 juta dan Rp 2 juta bagi peserta tempatan, lalu Rp 2 juta dan Rp 2.5 juta untuk luar Yogyakarta. Sejumlah pemateri kompeten di bidangnya bakal disediakan. Program itu juga jadi cara mengejut license referee, khususnya di Yogyakarta.

”Target setiap latihan ada 30 peserta, sesuai anggaran yang ada. Tapi, kami tidak akan membatasi kuota. Kalau lebih, boleh dijadikan dua kelas. Pada masa ini sudah ada 46 yang mendaftar kategori C3, dan 17 sudah Deposit atau bayar lunas. Kalau untuk C2 sudah ada 33 orang yang telah mendaftar, 28 peserta sudah membayar, ”kata Siswanto.

Tidak hanya dari Yogyakarta, peserta juga ada yang dari dari Malang, Cimahi , Sidoarjo, Bandung, Jombang, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), hingga Papua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s